Merawat Kolam Ikan


Salah satu tahapan dalam mengelola kolam adalah bagaimana cara merawat kolam yang dioperasikan. Perawatan secara intensif sebaiknya dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyakit ikan dan tanaman, kekeruhan, dan bau tak sedap.

Kolam yang tidak terawat akan nampak kumuh dan kurang sedap dipandang mata. Sebagai pemilik kolam, hal ini tentunya tidak diinginkan. Untuk itu perlu melakukan perawatan terhadap kolam yang mulai menampakkan tanda-tanda penurunan nilai keindahan seperti warna air yang keruh dan bau.

Merawat kolam bisa dilakukan siapa saja. Seluruh peralatan harus bersih dan berfungsi dengan baik. Adapaun bagian-bagian yang perlu dirawat adalah sebagai berikut:

Aksesori kolam

 

  • Perawatan kolam dapat dilakukan dengan cara pembersihan, pewarnaan ulang, mengganti atau memperbaiki bagian-bagian yang rusak. Pembersihan kolam dilakukan bila sudah nampak kotor. Kotoran dapat dibersihkan dengan lap kasar atau dengan sikat bila sulit dibersihkan. Pada bagian lekukan dan sudut yang runcing dapat menggunakan sikat gigi yang tidak digunakan lagi.

  • encucian filter perlu dilakukan karena filter merupakan bagian terpenting menjaga kualitas air kolam. Banyak kotoran yang disaring oleh filter mengakibatkan pori-porinya tersumbat dan tidak berfungsi dengan baik. Langkah yang ditempuh adalah dengan melepaskan bagian-bagian filter. Filter dari spons dicuci dengan air bersih dan sabun. Sementara filter biologi dicuci dengan air sampai bersih.

  • Membersihkan instalasi pipa dan pompa air dilakukan dengan cara menyikat bagian-bagian pipa. Apabila perlu menggunakan sabun hingga bersih. Kemudian pasang kembali instalasi pipa dan pompa, hindari  ada bagian yang terlepas atau terbuka. Pipa yang mengalami kebocoran atau pecah sebaiknya diganti dengan yang baru.

Air

 

Air merupakan komponen yang penting bagi kolam. Kualitas air yang buruk akan mempengaruhi kehidupan ikan dan tanaman air serta nilai estetika. Apa saja yang harus dilakukan?

Menguras
Menjaga agar kualitas air kolam tetap baik dapat dilakukan dengan cara menguras kolam. Pengurasan dilakukan bersamaan dengan pencucian dinding dan dasar kolam. Air kolam yang berbau akan mengganggu kesehatan ikan. Meskipun menggunakan sistem sirkulasi, pergantian air merupakan cara yang benar-benar dapat menghilangkan kotoran dan memperbaiki kualitas air secara nyata. Mengganti atau mengurangi air dilakukan dengan menyifon atau menggunakan selang. Setelah disifon kolam diisi kembali dengan air segar sebanyak yang dikeluarkan. Sebelum melakukan penyifonan, sebaiknya mesin pompa dimatikan agar partikel debu, kotoran dan koloid mengendap di dasar kolam. Setelah mengendap, ujung selang dimasukkan hingga ke dasar kolam. Spora protozoa yang umumnya berkumpul di dasar kolam akan tersedot bersama kotoran.

Pemberian obat pengikat ke dalam air yang kotor dapat pula dilakukan untuk memperbaiki kualitas air. Obat yang diberikan adalah penjernih air yang berguna mengikat kotoran sehingga menggumpal dan mengendap sekaligus menetralisir air yang terlalu basa. Obat ini dapat pula membasmi jamur dan bakteri yang menyerang ikan.

Menguras air dalam kolam dilakukan dengan berbagai tujuan antara lain memperbaiki kualitas air dan mencuci kolam. Menguras kolam yang menggunakan filter berbeda dengan menguras air pada kolam yang tidak menggunakan filter.

Menguras air pada kolam menggunakan filter, lubang pembuangan dapat dihubungkan dengan saluran air. Langkah-langkahnya adalah:

  • Matikan mesin pompa, agar air menjadi tenang dan kotoran mengendap ke dasar kolam

  • indahkan ikan dari dalam kolam, apabila akan menguras seluruh isi kolam. Usahakan air yang digunakan untuk menampung ikan adalah air dari kolam, jangan air baru.

  • Tutup aliran ke filter dan buka penutup saluran pembuangan

  • Jangan terlalu bersih apabila menguras seluruh kolam, apalagi sampai menggosoknya dengan sabun. Hal ini akan menyebabkan ikan mengalami stres dengan suasana baru dan butuh waktu lagi untuk adaptasi.

Pada kolam yang tidak menggunakan filter, menguras air dengan membuka penutup lubang pembuangan dan air langsung terkuras.

Kolam sistem gravitasi
Kolam taman yang dirancang dengan sistem gravitasi yaitu dengan bentuk dasar kolam yang miring serta dilengkapi dengan lubang pembuangan. Pergantian air dilakukan dengan cara yang lebih mudah yaitu pertama-tama mematikan mesin pompa dulu, selanjutnya ikan dan tanaman air dipindahkan ke wadah ember. Buka lubang penutup pembuangan, maka air akan terkuras dengan sendirinya.

 

Ikan

Merawat dilakukan sebelum atau setelah terserang penyakit. Kesehatan ikan tergantung pada kondisi lingkungan yang disediakan oleh pemiliknya. Ikan umumnya tahan terhadap penyakit. Namun, akan menurun kekebalannya jika dalam keadaan stres.

Mengapa ikan stres?
Stres adalah faktor utama yang harus dikontrol manusia. Banyak penyakit yang umumnya terjadi pada ikan menjadi masalah ketika terjadi stres. Maka, dengan mengontrol keadaan ikan agar tidak stres adalah salah satu cara menjaga kesehatan kolam. Penyebab terjadinya stres pada ikan antara lain disebabkan oleh kadar amonia yang tinggi, kadar oksigen rendah, penanganan atau pengangkutan ikan, kualitas air yang rendah, kepadatan tinggi, parasit, temperatur air terlalu tinggi atau rendah, bahan kimia beracun, bagian tajam dari kolam, kekurangan makanan.

Penyakit pada ikan

 

Penyebab penyakit pada ikan dibagi menjadi dua yaitu penyakit karena infeksi dan non infeksi.

Penyakit infeksi
Penyakit infeksi disebabkan oleh serangan organisme hidup sebagai agen penyakit. Organisme tersebut dapat bersifat parasit dan bakteri. Jenis parasit yang menyebabkan penyakit pada ikan adalah jenis Learnea (cacing pencengkeram), argulus (kutu ikan), protozoa dan cacing monogenea. Parasit menyerang bagian luar (eksternal) dan bagian dalam (internal) ikan. Penyakit eksternal pada ikan di antaranya adalah whitespot, luka-luka di badan dan mulut, mata bengkak, mata luka. Sedangkan penyakit internal oleh parasir ditandai oleh perut kembung, kotoran berwarna putih dan cacingan. Kebanyakan ikan membawa parasit, tetapi perkembangannya pada tingkat yang tidak membahayakan bukan masalah. Ikan muda mudah terserang penyakt yang disebabkan parasit. Keadaan stres atau variasi iklim musiman dapat menyebabkan infeksi.

Sedangkan penyakit oleh bakteri merupakan salah satu penyebab kematian pada ikan. Bakteri yang menyerang ikan biasanya bersifat patogen negatif. Pertumbuhan bakteri terjadi akibat kondisi air yang buruk. Maka dari itu kita harus membersihkan kolam dan ikan yang terserang harus segera diisolasi dan diberi pengobatan. Gejalanya biasanya terdapat perdarahan pada bagian sisik dan tubuh, perut busung, luka dan ikan lemas. Pengobatannya dengan menggunakan bubuk chloronycetin atau terramycin. Bila menggunakan bubuk chloromycetin, Anda cukup mencampur 250-500 mg dicampur air bersih sebanyak 45 liter. Ikan yang terserang bakteri dimasukkan ke dalam larutan tersebut. Sedangkan terramycib digunakan untuk bakteri yang menyerang organ tubuh bagian dalam diberikan melalui pakan. 1,8 mg terramycin dicampur dalam 1 gram pakan, diberikan 3% dari total berat tubuh ikan.

Penyakit non infeksi

 

Penyebabnya antara lain kondisi lingkungan yang buruk seperti pH yang tidak sesuai, perubahan suhu, kadar mineral yang tinggi atau rendah, kurangnya kandungan oksigen, kadar amonia yang tinggi. Selain itu juga bisa karena pemberian pakan yang kurang tepat waktu, kualitas rendah, dan jumlah tidak mencukupi akan memacu terjadinya kematian ikan. Bisa juga karena faktor keturunan.

Sumber: Serial Taman "Kolam Ikan Hias" Oleh M. Farid Samawi/Elang Ilik M

 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda
Pilihan Bahasa
KUNJUNGAN KE WEB INI